INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA


Sebuah Negara di Asia Tenggara yang terletak di 950 BT-1410 BT, 600 LU-110 LS yang diapit oleh 2 Samudera dan 2 Benua dengan beragam Istiadat dan Budaya, Suku dan Ras serta Agama, Keramah-tamahan Masyarakatnya, Kekayaan Alam dan semua yang tergambar dengan sempurna adalah kalimat yang tak pernah usang untuk menggambarkan Negeriku tercinta yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beragam keuniakan yang tak pernah habis untuk digali menjadikan Negara ini tak henti-hentinya menjadi topik pembicaraan di seluruh Penjuru Dunia. “Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu” adalah Semboyan yang dapat menggambarkan betapa uniknya Indonesia ditengah kebingungan masyarakat dunia akan Persatuan yang kuat dan kokoh di Negeri ini. Tak berhenti sampai disitu saja, menurut Seri Ensiklopedia Populer Pulau-pulau Kecil Nusantara, Indonesia memiliki 17504 pulau yang menjadikannya Negara Kepulauan Terbesar di Dunia.
Indonesia tak pernah terlepas dari Laut, karna sejatinya semua lini kehidupan di  Indonesia pasti berhubungan dengan Laut. Sejak dahulu Indonesia memang terkenal akan Pelaut-pelautnya yang Handal. Di indonesia Laut adalah jalur penting yang mempengaruhi Peradaban, karna melalui laut semua hubungan seperti Perdagangan dan Budaya dari Luar dapat masuk.  Penjelajah Eropa pada masa Kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya ataupun Majapahit memasuki Indonesia juga melalui jalur Laut. Indonesia memiliki Sumberdaya laut yang berlimpah, sekitar 14 persen terumbu karang dunia ada di Indonesia, dimana lebih dari 2500 spesies ikan hidup didalamnya, maka tak heran jika laut indonesia menjadi spot yang sangat baik untuk Diving maupun Snorkling. Indonesia tak hanya menyuguhkan keindahan, namun juga potensi Ikan bergizi tinggi yang memiliki kualitas Internasional. Jepang, Korea, China, dan Amerika adalah negara-negara yang selalu memasok ikan untuk di konsumsi dari Indonesia.
Perkembangan zaman yang semakin pesat menjadikan manusia haus akan teknologi dan mulai menciptakan inovasi-inovasi yang juga berimbas pada sektor Kelautan. Saat ini menurut data dari Program Rehabilitasi Dan Pengolahan Terumbu Karang atau Coral Reef Rehabilitation Management Program Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(COREMAP LIPI), hanya 6,83 persen dari 85707 km2 terumbu karang yang ada di Indonesia berpredikat  sangat baik (excellent). Pemanasan global, Polusi limbah-limbah Pabrik yang dibuang langsung tanpa proses penyaringan, kejadian Kapal Pengangkut Minyak yang tumpah di tengah laut adalah segelintir faktor penyebab kerusakan di Laut kita. Permintaan akan ikan selalu meningkat namun tidak dibarengi dengan pertumbuhan ikan yang sehat ini, juga menjadi faktor pendorong oknm-oknum tidak bertanggungjawab untuk melakukan penangkapan ikan dengan Bom dan Pukat sehingga berimbas pada kerusakan biota-biota laut yang semestinya tak menjadi target penangkapan. Belum lagi datangnya Kapal-kapal asing pencuri ikan yang dengan mudah keluar masuk Indonesia. Negara yang kuat adalah negara yang berdaulat, saat ini terlalu banyak kerugian yang telah di tanggung oleh Bangsa ini. Kekayaan hasil laut yang berlimpah tidak dapat mencerminkan kecerdasan dan kemakmuran warganya. Pemerintah mempunyai peran penting dalam mengatur keseimbanggan disamping peran warganya untuk membantu memulihkan kerusakan yang telah terjadi. ada beberapa hal yang setidaknya dapat menjadi cara untuk memulihkan, meningkatkan kemakmuran dengan hasil laut, yaitu 
1.  Mengenalkan kekayaan, manfaat dan pentingnya laut mulai dari jenjang pendidikan terendah, salah satunya dengan memberikan Kurikulum Berbasis Kelautan dan Perikanan 
2.   Memberikan pemahaman pada masyarakat akan manfaat yang dapat diperoleh dari laut sehingga dapat menyadarkan masyarakat untuk selalu menjaga laut dari segala bentuk perusakan 
3.   Membuat peraturan dengan Sanksi yang tegas untuk mengancam siapapun yang ingin merusak keindahan laut 
4.      Memperjelas Batas-batas Wilayah Laut Indonesia 
5.      Menciptakan dan menambah Jurusan tentang Kebaharian terutama pada Perguruan tinggi  maupun Sekolah Kedinasan 
6.     Meningkatkan peran Nelayan dalam Eksporasi ikan dengan memberikan tunjangan berupa salah satunya Kapal Penangkap Ikan yang lebih modern agar semakin mencirikan Indonesia sebagai Negara Maritim dengan Pelaut yang Ulung 
7.     Melakukan dan meningkatkan Pembudidayaan Ikan dan Terumbu Karang 
8.    Meningkatkan SDM di bidang kelautan dengan menerjunkan mereka secara langsung pada sektor-sektor pengelolaan laut sehingga dapat meminimalkan peran Warga Asing 
9.   Memberikan himbauan bagi setiap Pabrik maupun Perusahaan yang melakukan kontak langsung dengan Laut agar dapat mengontrol dan menyaring pembuangan limbah mereka 
10.  Melakukan pengawasan terhadap Perkembangan Kelautan
Pada dasarnya laut indonesia dapat menjadi urat nadi perkembangan perekonomian, masalah kelautan yang ada di Indonesia akan mudah teratasi jika terjalin kerjasama yang kuat diantara semua Lini. Seorang Pemimpin diperlukan untuk memberikan semangat dan kontrol yang baik untuk perkembangan Kemaritiman menuju Poros Maritim Dunia. 

written by Marsita Ulfa

Comments

Popular posts from this blog

Being Astronout

Kalbar kaya Potensi Mengimpor Energi, Perlukah?

Parfume