Kalbar kaya Potensi Mengimpor Energi, Perlukah?
Sejak dahulu, seluruh dunia telah mengenal Indonesia,
betapa tidak? Indonesia adalah Negara yang kaya sumber daya alam, budaya,
beribu pulau yang mempesona bahkan sumber energi yang melimpah. Berbicara
tentang Indonesia memang tiada habisnya. Jika kita merunutkan dari zaman
kerajaan hingga sekarang, Indonesia terkenal sebagai Negara dengan bermacam
kerajaan yang Berjaya, seperti kerajaan sriwijaya, mataram maupun majapahit yangmana
ketenaran nya terkenal karna kekuatan nya. Kemudian indonesia dikenal sebagai Negara
dengan pundi pundi rempah rempah yang amat di gandrungi orang orang eropa pada
masa penjajahan kala itu. Kejayaan Indonesia belum berhenti sampai disitu,
kedudukan indonesia yang berada di jalur pertemuan lempeng aktif dunia,
menyimpan rahasia keyakaan tersendiri yang juga menjadi idaman bagi para
pemburu mineral dan energi saat ini.
Berbicara
tentang mineral dan energi, Kalimantan barat merupakan salah satu daerah yang
berpotensi. Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Pontianak pada juni 2015 dari
dinas pertambangan Kalimantan Barat, Kalbar memiliki sejumlah mineral seperti
bauksit, pasir kuarsa, uranium dan batubara di beberapa daerah yakni
Bengakyang, Landak, Melawi dan Kayong Utara. Sementara untuk sumber energi, Kalbar
memiliki minyak dan gas bumi yang terdapat di Melawi. Ditambah lagi dengan
adanya potensi energy baru terbarukan yakni energi surya, dan air yang terdapat
di Bengkayang dan Pontianak. Jika kita mencoba untuk mengkalkulasikan potensi
yang ada, energi dan mineral tersebut dapat memajukan perekonomian Kalimantan Barat,
juga dapat memberikan pasokan untuk wilayah lainnya. Namun sebuah fakta yang
mengejutkan yang terjadi di bulan Maret 2017 yakni adanya kebijakan impor
listrik yang dilakukan Perusaan Listrik Negara dari Malaysia dengan alasan
harganya yang murah(detik finance). Namun ketika kebijakan itu di jalankan,
masih saja terdapat daerah yang tidak mendapatkan penerangan listrik seperti
yang saya dapati ketika menjadi relawan yang berkunjung ke kecamatan Terentang
Kabupaten Kuburaya, belum lagi jalan
utama yang menghubungkan kota Pontianak menuju Singkawang hanya memiliki
penerangan pada tempat tempat tertentu saja. Listrik memang menjadi sumber kehidupan. Melalui
listrik, daerah mendapatkan penerangan di malam hari, masyarakat mendapat akses
untuk memperoleh informasi dan juga anak anak daerah dapat belajar dengan
nyaman dan pada akhirnya ini berpengaruh pada kemajuan bangsa. Sejak kecil kita
selalu dibiasakan dengan pemaparan dari guru bahwa Negara Indonesia adalah
Negara yang kaya, kemudian banyak tambang tambang yang beroperasi untuk
mengeksplor energi Indonesia, lantas mengapa kita melakukan impor energi
listrik? Apakah fakta yang kita dapatkan dari guru guru itu hanyalah dongeng
belaka?
Sebagai
mahasiswa Geofisika, saya rasa masih banyak cara lain yang bisa digunakan untuk
menjaga pasokan listrik di Kalimantan Barat, yaitu dengan mendorong Lembaga
Swadaya Masyarakat di daerah untuk memaksimalkan potensi yang ada, seperti
memanfaatkan air terjun untuk pembangkit listrik, memanfaatkan teriknya cahaya
matahari daerah katulistiwa dengan membangun panel surya. Peran saya sebagai
mahasiswa yakni melaksanakan pengabdian dengan memberikan pemahaman pada
masyarakat daerah saya mengenai adanya manifestasi yang perlu dimanfaatkan.
Semua usaha itu akan maksimal jika pemerintah berperan untuk menciptakan iklim
yang nyaman bagi para investor melaksanakan pembangunan perusahaan pengolah
energi, mendorong Universitas lain yang ada untuk membuka jurusan jurusan yang
berhubungan dengan eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya wilayah.
written by Marsita Ulfa
Comments
Post a Comment